cinta Bapa….

Posted in Renungan Astrajingga on May 22, 2009 by narcistastrajingga

Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya;  (Mazmur 94 :14)

Pada tanggal 7 Desember 1998 di bagian utara Armenia, suatu gempa dengan kekuatan 6,9 skala richter menghancurkan sebuah gedung sekolah diantara bangunan-bangunan lainnya. Di tengah keramaian dan suasana panik, seorang bapak berlari menuju ke sekolah tersebut, dimana anaknya menuntut ilmu setiap harinya. Sambil berlari, ia terus teringat pada kata-kata yang sering ia ucapkan kepada anaknya itu, “Hai anakku, apapun yang terjadi, papa akan selalu bersamamu!”
Sesampainya di tempat di mana sekolah itu dulunya berdiri, yang ia dapati hanyalah sebuah bukit tumpukan batu, kayu dan semen sisa dari gedung yang hancur total! Pertama-tama ia hanya berdiri saja di sana sambil menahan tangis. Namun kemudian…tiba-tiba ia pergi ke bagian sekolah yang ia yakini adalah tempat ruang kelas anaknya. Dengan hanya menggunakan tangannya sendiri ia mulai menggali dan mengangkat batu-batu yang bertumpuk di sana. Ada seseorang yang
sempat menegurnya, “Pak, itu tak ada gunanya lagi. Mereka semua pasti sudah mati.”
Bapak itu menjawab, “Kamu bisa berdiri saja di sana, atau kamu bisa membantu mengangkat batu-batu ini!” Maka orang itu dan beberapa orang lain ikut menolong, namun setelah beberapa jam mereka capek dan menyerah. Sebaliknya, si bapak tidak bisa berhenti memikirkan anaknya, maka ia menggali terus.
Dua jam telah berlalu, lalu lima jam, sepuluh jam, tigabelas jam,
delapan belas jam. Lalu tiba-tiba ia mendengar suatu suara dari bawah papan yang rubuh. Dia mengangkat sebagian dari papan itu, dan berteriak, “Armando!”, dan dari kegelapan di bawah itu terdengarlah suara kecil, “Papa!”. Kemudian terdengarlah suara-suara yang lain sementara anak-anak yang selamat itu ikut berteriak!

Semua orang yang ada di sekitar reruntuhan itu, kebanyakan para orang tua dari murid-murid itu, kaget dan bersyukur saat menyaksikan dan mendengar teriakan mereka. Mereka menemukan 14 anak yang masih hidup itu! Pada saat Armando sudah selamat, dia membantu untuk menggali dan mengangkat batu-batu sampai teman-temannya sudah diselamatkan semua. Semua orang mendengarnya ketika ia berkata kepada teman-temannya itu, “Lihat, aku sudah bilang kan, bahwa papaku pasti akan datang untuk menyelamatkan kita!”
Mari kita renungkan bagaimana kita menjalani hidup kita. Di saat kita dalam kegelapan, tertimpa oleh macam-macam beban masalah, jatuh dalam kelemahan dan dosa. Apakah kita lantas berkeluh kesah, putus harapan, dan lantas mengibarkan bendera putih pada dunia tanda menyerah? Ataukah kita akan bersikap seperti Armando, yang terus menggenggam HARAPAN? bahwa Seseorang sedang mencari kita dan siap menyelamatkan kita? Seseorang yang tak akan pernah menyerah sampai kita sudah di dalam pelukan-Nya?

for Opa and Oma Hitijahubessy

Posted in Uncategorized on December 23, 2008 by narcistastrajingga

makna1

dear Oma dan Opa

desember sudah beranjak tua,

membawa bau rumput basah sisa gerimis

dari jauh terdengar lonceng gereja.

di iring senandung kidung natal


Oma….

masih teringat malam malam yang kulalui di pelukmu

menghabiskan waktu menatap tv hitam putih.

sampai ku terlelap dalam selimutmu.

setiap belaimu , masih menyisakan kedamaian di hatiku.

setiap senyummu masih menghantarkan kasih yang mendalam

dalam setiap nakalku…. sayangmu mengalahkan amarahmu.


Opa….

aku masih simpan rahasia itu…

saat itu aku tidak dapat pejamkan mata.

menanti Sinterklas yang datang membawa kado ku.

malam itu ku kecewa…

ternyata dirimu yang menaburkan rumput ke seluruh penjuru rumah

dirimu yang membawa kado untuk setiap cucu mu

tapi…kau bisikan padaku, aku harus simpan rahasia ini

bahwa dirimu adalah Sinterklass…..

sampai sekarang Opa adalah sinterklas ku.


Opa dan Oma

sekarang semua sudah berubah…

Aku telah menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat ku

maafkan aku yang tidak memberitakan pada kalian saat itu,

sungguh kasih sayang kalian kurasakan penuh, tak membedakan cucumu yang ke gereja dan tidak ke gereja…

walau demikian semenjak kalian pulang ke Rumah Tuhan, ku habiskan desember di pusat perbelanjaan, hanya tuk mendengarkan kidung natal, dan membawa  kenangan natal begitu nyata.


Oma,

masih ingat gadis yang kau bisikan di telinganya untuk ajak aku ke gereja ?

dia sudah jadi istriku, dan aku tidak menyangka bahwa “itu” merupakan pesan terakhirmu untuk cucumu yang bengal ini.

Oma,  tolong ceritakan pada Opa betapa cantiknya dia.

karena Opa sudah tidak ada saat itu,


Opa,

ada yang berbeda natal tahun ini………..

ada vito di Natal Tahun ini

suatu hadiah yang terindah dari Tuhan untukku…

dia mewarisi ke “ambon” an mu.

ijinkan aku melanjutkan tradisi itu dengan menjadi Sinterklas untuknya.


Tuhanku Yesus

tolong sampaikan kisah ini pada mereka.

sebagai kado natal dari kami yang masih menjalani hidup di muka bumi ini.

Perempuan itu adalah ibuku

Posted in Renungan Astrajingga on November 25, 2008 by narcistastrajingga

Perempuan itu bernama kesabaran
Pabila malam menutup pintu-pintu rumah
Masih saja dia duduk menjaga
Anak-anak yang sedang gelisah dalam tidurnya

Perempuan itu adalah ibuku

Perempuan itu menangguhkan segalanya
Bagi impian-impian yang mendatang
Telah memaafkan setiap dosa dan
Kenakalan anak-anak sepanjang zaman

Perempuan itu adalah ibuku

Bagi siapa Tuhan menerbitkan matahari surga
Bagi siapa Tuhan memberikan singgasana-Nya
Dan dengan segala ketulusan ia membasuh
Setiap niat busuk anak-anaknya

Dia adalah ibuku

Kuasa Tuhan

Posted in Renungan Astrajingga on November 17, 2008 by narcistastrajingga

~~ CERITA DARI AFRIKA ~~

Suatu malam saya bekerja keras untuk menolong seorang ibu di sebuah bangsal rumah sakit, tapi apapun yang kami lakukan, dia meninggal dan meninggalkan bayi
premature yang sangat mungil serta seorang anak perempuan usia 2 tahun yang menangis.

Kami mengalami kesulitan untuk menjaga agar si bayi tetap hidup, Karena kami tidak punya incubator ( kami tidak punya listrik untuk Menyalakan incubator), kami juga tidak punya makanan khusus bayi.

Meskipun kami tinggal di daerah khatulistiwa, di malamhari seringkali udara sangat dingin dan anginnya kencang.

Salah seorang muridku menaruh bayi itu dalam box dan membungkus bayi dengan kain wol. Yang lain menyalakan api dan mengisi botol air panas. Kemudian muridku yang mengisi botol air panas segera kembali dengan kebingungan sambil bercerita bahwa saat mengisi botol itu dan ternyata meledak (Karet mudah rusak dalam kondisi cuaca tropis)

“Dan ini adalah botol air panas terakhir kita,” dia berseru.

“Oke,” kataku, “taruh bayi itu didekat api dalam jarak yang cukup aman, dan tidurlah diantara bayi itu dan pintu untuk menjaga nya dari angin. Tugasmu adalah menjaga bayi tetap hangat.”

Siang hari berikutnya, seperti hari sebelumnya, Aku pergi berdoa dengan beberapa anak yatim piatu yang berkumpul denganku. Aku berikan mereka bermacam-macam saran untuk mendoakan dan bercerita pada mereka tentang bayi mungil itu.

Aku menceritakan masalah kami soal menjaga bayi supaya cukup hangat, menyebutkan tentang botol air panas, dan bagaimana bayi itu bisa dengan mudah meninggal bila kedinginan. Saya juga bercerita pada mereka tentang saudara perempuannya yang berumur 2 tahun, yang menangis karena ibunya meninggal.

Selama berdoa, seorang gadis usia 10 tahun, Ruth, berdoa dengan doa singkat seperti anak Afrika kami.

“Tolong, Tuhan” dia berdoa, “kirim kan botol air. Tidak baik besok, Tuhan, karena bayinya bisa mati, jadi tolong kirim sore ini.”

Saat aku menarik napas dalam hati karena keberaniannya dalam berdoa, dia menambahkan, “Dan saat Engkau mengirimkan botol air itu, maukah Engkau mengirimkan juga boneka untuk gadis kecil itu, supaya dia tahu bhw Engkau sungguh mengasihinya? “

Seringkali dalam doa anak-anak, aku merasa ditempatkan pada pusatnya. Dengan sungguh-sungguh kukatakan, “Amin”. Oya aku tahu bahwa Tuhan dapat melakukan segalanya, Alkitab mengatakan demikian. Tapi pasti ada batasnya, kan ? (pikiran manusia selalu ingin membatasi kuasa Tuhan)

Dan menurutku satu-satunya jalan Tuhan dapat menjawab doa-doa kami yaitu jika keluargaku di Amerika mengirimi bingkisan. Namun aku sudah tinggal selama hampir 4 tahun, dan tidak pernah, sama sekali menerima bingkisan dari rumah. Tapi, bila sesorang mengirimiku bingkisan, siapa yang akan memberi botol air panas. Sebab aku tinggal di daerah tropis!

Menjelang sore, ketika aku sedang mengajar di sekolah pelatihan perawat, sebuah parcel dikirimkan dengan mobil di depan pintu rumahku.

Saat aku sampai di rumah, mobilnya sudah pergi, tapi di sana , di beranda, ada dua puluh dua pon parcel yang sangat besar. Aku merasa pedih di mataku…

Aku tidak dapat membuka parsel itu sendirian, jadi aku meminta ke anak-anak yatim piatu untuk membantuku. Bersama-sama kami menarik talinya, dengan hati-hati membuka simpulnya. Kami melipat kertasnya, supaya tidak menyobeknya. Kegembiraan meningkat. Sebanyak 30 atau 40 pasang mata melihat ke dalam kardus tersebut. Dari atas, kami mengeluarkan baju rajutan berwarna cerah. Mata kami langsung silau melihatnya. Ada perban rajutan untuk pasien kusta, dan anak-anak mulai terlihat sedikit bosan. Lalu ada sekotak kismis, ini bisa dipakai untuk membuat setumpuk kue kismis di akhir pekan.

Lalu, aku memasukkan tanganku lagi, aku merasa …. benarkah ini?? Aku menariknya keluar …. yaa …. Ini baru, botol air panas karet. Aku menangis terharu. Aku tidak meminta Tuhan untuk mengirimkannya. Aku tidak percaya bahwa Dia benar-benar melakukannya. Ruth ada di barisan depan dari anak2. Ia cepat2 maju, sambil menangis, ” Jika Tuhan mengirimkan botolnya, Dia harus mengirim bonekanya juga!”

Sambil mengobrak-abrik bagian bawah kotak, dia menarik sesuatu yang mungil, boneka bergaun indah. Matanya berkilau ! Dia tidak pernah sangsi! Sambil melihatku, dia berkata : ” Dapatkah aku pergi bersamamu & memberikan boneka ini kepada gadis kecil itu, supaya dia tahu, Yesus sangat mencintainya? ?

Ternyata parcel ini telah dipersiapkan dan dikirim 5 bulan lalu. Dibungkus oleh Siswa Kelas Hari Mingguku, yang mana saat mempersiapkan parcel itu, Tuhan telah memerintahkannya juga untuk mengirimi botol air panas walaupun di daerah Tropis. Lalu salah satu dari siswaku juga telah memberikan boneka untuk dikirimkan ke anak Afrika -

Dan itu semua terjadi 5 bulan sebelumnya, sebagai jawaban dari doa seorang anak gadis 10 tahun untuk membawanya “sore itu”.

(Yesaya 65:24) :
“Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah
mendengarkannya. ”


Kidung Sang Waktu

Posted in Celoteh Astrajingga on November 13, 2008 by narcistastrajingga

waktu selalu diam membisu…….

dd
dalam penyangkalan diri pencarian cinta.
pudarkan kenangan daam rasa sakit
tertikam Ego berkedok pengorbanan.
hai biduan biduan cinta !!!!!!
tabuhlah rebana itu diwaktu senja.
biarlah alunan kecapi merasuk dalam pingul tarianmu
teriakan kebencian dalam geliat tarian cinta.
hingga umpatan serapah mu mengalir dalam peluhmu.
habis..
dan bila malam kan datang.
tataplah matanya dalam cinta yang tersisa.
usaplah airmatanya.
karena cinta adalah miliknya.
yang dititipkanNya lewat kecupanmu.
habis…
hanya ada Cinta, Ia, dan DIA.
dan berharap waktu tak cepat berlalu.

tuk sebuah ciuman. yang tertunda.

ketika semua ingin jadi raja

Posted in Celoteh Astrajingga, Uncategorized on November 10, 2008 by narcistastrajingga

300px-little_nemo_king_morpheus_and_flip

Mamat belum makan, siang itu.

disudut kios tambal ban.

Matanya tak lepas dari Tv

lagi seorang calon raja berjanji membawa perubahan

seolah memiliki tangan Tuhan, untuk perbaiki bangsa ini.

mamat tertawa…

mamat terbahak…hingga air matanya menetes.

menatap kaus partai usang disudut jemuran.

satu janji yang tak pernah mereka tepati.

ketika semua ingin jadi Raja

ratusan juta rupiah menjadi atribut kampanye

lebih berharga dari pada ribuan piring kosong

tebar pesona pada perut perut yang lapar

seolah menjadi sosok yang paling bersih

mamat belum makan siang itu.

disudut kios tambal ban

menatap TV dan menanti.

seorang calon Raja yang berjanji….

Akan lebih banyak ban ban kempes di depan kiosnya.

*) foto :http://en.wikipedia.org/wiki/King_Morpheus

ku masih ingin merayumu

Posted in Perjalanan Astrajingga on October 14, 2008 by narcistastrajingga

kumasih ingin merayumu…

seperti waktu itu, disudut taman lalu lintas

saat bandung mulai gerimis….

ku masih ingin menggenggammu…

seperti waktu itu, sepanjang surya sumantri

seusai ujian interna

ku masih ingin menatapmu

seperti waktu itu, membuatmu tersipu malu

dipojok warung nasi uduk.

ku masih ingin memelukmu

seperti sore itu, saat kau kembali, di antara riuh penumpang pelabuhan

ku masih ingin mencintaimu

melebihi waktu itu, saat berjanji di altarNya

ku masih mengagumimu

ku masih terpesona olehmu

melebihi waktu itu, saat kamu cemberut di gerbang kampus

dan kini….

ku ingin mengecupmu….

walau kau larang, kerena vito terlelap diantara kita……..

tentang Cinta….

Posted in cerita untuk Vito on October 14, 2008 by narcistastrajingga

But love ye your enemies and do good and lend, hoping for nothing again; and your reward shall be great, and ye shall be the children of the Highest: for he is kind unto the unthankful and to the evil (Luke 6:36)

Halo Vito

Semalam mamamu menangis, sambil menggendongmu.

Ada ketakutan di benak mamamu, ketakutan akan ketidak adilan atas cinta manusia.

Yang seharusnya menyambutmu dengan sukacita, tawa, dan ucap syukur, namun ketidak hadiran mereka yang kamu dapatkan.

Vito sayang,

Itulah cinta manusia, selalu ada keberpihakan, tapi tidak dengan cinta Mamamu, cinta Papamu.

kamu anak laki laki, kamu harus kuat.

Banyak orang tidak mengerti akan cinta, namun percayalah bahwa Cinta lah yang paling barharga yang kita miliki.

jangan pernah berharap seseorang mencintaimu Vito…..

tapi berikanlah cinta pada setiap mereka.

kenapa?

Karena Tuhan Yesus telah mencintai MU terlebih dahulu.

Janganlah khawatir akan kehilangan cinta manusia, karena CintaNya menaungimu, kemanapun kau pergi.

Ceritakanlah tentang cinta….

Ceritakanlah tentang kasih…

ketidakadilan tidak cukup kuat untuk menghempaskanmu, jagoan ku.

Cinta Papa akan menjadi perisaimu

cinta mama akan menjadi nafasmu

dan cinta Nya akan senantiasa manjadi kekuatan Kita

Papa mengasihimu Nak……..

Nak
Karya : Iwan Fals ( Album Sugali 1984 )


Jauh jalan yang harus kau tempuh

Mungkin samar bahkan mungkin gelap

Tajam kerikil setiap saat menunggu

Engkau lewat dengan kaki tak bersepatu


Duduk sini nak dekat pada bapak

Jangan kau ganggu ibumu

Turunlah lekas dari pangkuannya

Engkau lelaki kelak sendiri

(Cikampek 14 oct 2008)

cerita dari Vito

Posted in cerita untuk Vito on October 9, 2008 by narcistastrajingga

Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia bertanya kepada Tuhan, “Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi, aku takut, aku masih sangat kecil dan tidak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku di sana?”
Tuhanpun menjawab, “Di antara semua malaikatKu, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu.”

Si kecil bertanya lagi, “Tapi, di sini, di Surga ini, aku tidak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia.”

Tuhan berkata, “Tidak apa-apa, malaikatmu itu akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia.”

Namun si kecil bertanya lagi, “Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tidak tahu bahasa yang mereka pakai?”

Tuhanpun menjawab, “Malaikatmu itu, akan membisikkan kepadamu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar dan ada di sampingmu. Dengan kasihnya dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia.”

Si kecil bertanya lagi, “Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara padaMu, ya Tuhan?”

Jawab Tuhan, “Malaikatmu itu akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa.”

Lagi-lagi si kecil menyelidik, “Namun, aku mendengar, di sana ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?”

“Tenang, malaikatmu akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia, sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.”

Namun si kecil ini malah sedih, “Ya Tuhan, tentu aku akan sedih sekali jika tidak melihatMu lagi…”

Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan selalu mengajarkanmu keagunganKu, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat padaKu. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingatKu. Walau begitu, Aku akan selalu ada di sisimu.”

Hening. Kedamaian tetap menerpa Surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup. “Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang. Tolong sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku…”

Tuhan pun kembali menjawab, “Nama malaikatmu tidak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan:

Mama….

25 September 2008

Posted in cerita untuk Vito on September 25, 2008 by narcistastrajingga

Halo Vito, selamat datang di dunia…….

Pagi itu, Papa baru saja bangun. Rupanya mama, bulang dan nenek sudah terbangun. Pagi itu kami bersiap untuk menyambut kelahiran mu. Ada seraut wajah tegang di wajah kami semua. coba vito bayangkan sudah 4 tahun kami semua menanti kehadiranmu.

Ahirnya setelah begitu tegangnya menanti mamamu di ruang operasi, jam 9.50 , Papa dengar tangisan pertamamu nak.

Kami semua bahagia, kami semua menyambutmu nak.

Terimakasih Tuhan yesus, perbuatanMu sungguh Ajaib. dokter bercerita tentang keajaiban, bahwa kamu bisa bertahan di uterus mama yang unik. Dirimu seorang pejuang sejati Nak

seorang bayi laki laki yang tidak mau menyerah, bertahan, walau sesempit apapun tempatmu….

Selamat datang anakku

selamat datang El Vito Nathaniel Kristanto.