di pagi ini
dari balik jendela gerbong ini.
ribuan mil terlalui dalam ke sia sia-an.perjalanan yang tak pernah berakhir
sementara hamparan putih ingatkan arti kedatanganMU
bawakan tangis penyesalan atas bebalnya jiwa
abaikan segenap pengorbanan dan Kasih yang KAU berikan.
untuk terangi dunia dari kegelapan.
angin desember antarkan dentang lonceng itu.
seperti pelita yang terangi gelap hatiku. senandung hymne yang tak pernah pudar
dari jiwa jiwa terpilih yang memuliakan MU,
Keteduhan Cinta MU pangil ku pulang.
kembali dalam keabadian firman Mu.
memaknai kelahiran-MU dalam kesendirian.
tanpa kado dan pohon natal
Hanya KAU dan aku……..di pagi ini

dari balik jendela gerbong ini


