Natal untuk ku

di pagi ini

dari balik jendela gerbong ini.

pinus
ribuan mil terlalui dalam ke sia sia-an.

perjalanan yang tak pernah berakhir

menuju kehampaan hati yang suam.

pinus2

sementara hamparan putih ingatkan arti kedatanganMU

bawakan tangis penyesalan atas bebalnya jiwa

abaikan segenap pengorbanan dan Kasih yang KAU berikan.

untuk terangi dunia dari kegelapan.
rain
angin desember antarkan dentang lonceng itu.


seperti pelita yang terangi gelap hatiku. senandung hymne yang tak pernah pudar

dari jiwa jiwa terpilih yang memuliakan MU,

Keteduhan Cinta MU pangil ku pulang.
kembali dalam keabadian firman Mu.
memaknai kelahiran-MU dalam kesendirian.
tanpa kado dan pohon natal
Hanya KAU dan aku……..di pagi ini

window
dari balik jendela gerbong ini

Leave a Reply