Archive for the Uncategorized Category

my way….

Posted in Uncategorized on September 18, 2009 by narcistastrajingga

dip10-hiker_39839gm-e

And now, the end is near;
And so I face the final curtain.
My friend, Ill say it clear,
Ill state my case, of which Im certain.


Ive lived a life thats full.
Ive traveled each and every highway;
And more, much more than this,
I did it my way.

Regrets, Ive had a few;
But then again, too few to mention.
I did what I had to do
And saw it through without exemption.

Hiker heading up large sand dune at White Bluffs-Vert

I planned each charted course;
Each careful step along the byway,
But more, much more than this,
I did it my way.


Yes, there were times, Im sure you knew
When I bit off more than I could chew.
But through it all, when there was doubt,
I ate it up and spit it out.
I faced it all and I stood tall;
And did it my way.

hiker-silhouettes-1-big.jpg

Ive loved, Ive laughed and cried.
Ive had my fill; my share of losing.
And now, as tears subside,
I find it all so amusing.


To think I did all that;
And may I say – not in a shy way,
No, oh no not me,
I did it my way.

hiker-sil-3-big.jpg

For what is a man, what has he got?
If not himself, then he has naught.
To say the things he truly feels;
And not the words of one who kneels.
The record shows I took the blows -

hiker-silhouettes-3-big.jpg
And did it my way!

kasih Ibu….

Posted in Uncategorized on September 11, 2009 by narcistastrajingga

Cinta-Ibu_1

Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak lelaki satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang Ibu sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Adapun anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, dan banyak kelakuan lainnya yang membuat si Ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang. Meskipun hidup anaknya dipenuhi oleh kejahatan, ibu tua itu selalu berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, tolong sadarkan anak yang kusayangi supaya ia tidak berbuat dosa lebih banyak lagi.

Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati.” Namun semakin lama kehidupan sang Anak semakin larut dalam perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang telah dilakukannya.

Suatu hari kembali ia mencuri di sebuah rumah penduduk desa. Namun perbuatannya dipergoki oleh warga dan iapun tertangkap. Kemudian ia dibawa ke hadapan Raja untuk diadili sesuai dengan kebiasaan di kerajaan tersebut. Setelah ditimbang berdasarkan seringnya kejahatan yang dilakukannya, maka tanpa ampun lagi si Anak dijatuhi hukuman pancung. Pengumuman hukuman tersebut disebarkan ke seluruh desa. Hukuman pancung akan dilakukan keesokan harinya di depan rakyat tepat pada saat lonceng gereja dibunyikan menandakan pukul enam pagi.

Berita itu sampai juga ke telinga sang Ibu. Dia menangis meratapi anak yang sangat dikasihinya. Sembari berlutut dia berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, ampunilah anak hamba. Biarlah hamba-Mu yang sudah tua renta ini yang menanggung dosa dan kesalahannya.” Dengan tertatih-tatih sang Ibu kemudian mendatangi Raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sang Raja sudah bulat, si Anak tetap harus menjalani hukumannya. Dengan hati yang hancur si Ibu kembali ke rumah. Tidak berhenti dia berdoa supaya anaknya diampuni. Karena kelelahan dia tertidur dan bermimpi bertemu dengan Tuhan.

Keesokan harinya di tempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong datang untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang Algojo sudah siap dengan pancungnya, dan si Anak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal menjemputnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua. Tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya.

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan, lonceng gereja tidak juga terdengar berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lima menit terlewati dari batas waktu yang seharusnya. Akhirnya didatangilah petugas yang bertugas membunyikan lonceng gereja. Dia juga mengaku heran, karena sudah sedari tadi dia menarik lonceng tapi suara dentangnya tidak terdengar.

Ketika mereka sedang terheran-heran karena keanehan yang sedang terjadi, tiba-tiba dari tali yang dipegangnya mengalir darah. Darah tersebut datangnya dari atas, dari tempat di mana lonceng diikat. Seluruh rakyat pun mulai berkumpul menyaksikan keanehan tersebut dan orangpun diutus untuk naik ke atas dan menyelidiki sumber darah itu. Tahukah Anda apa yang mereka temukan? Ternyata di dalam lonceng besar itu ditemui tubuh sang ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur ke dinding lonceng.

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si Ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi di dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung yang akan dijalani anaknya.

Demikianlah, sangat jelas kasih seorang ibu untuk anaknya betapapun jahatnya si anak. Marilah kita mengasihi orangtua kita masing-masing selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia. Sesuatu untuk dijadikan renungan bagi kita agar selalu mencintai sesuatu yang berharga dan tidak bisa dinilai dengan apapun.

ibu2

ketika semua ingin jadi raja

Posted in Celoteh Astrajingga, Uncategorized on November 10, 2008 by narcistastrajingga

300px-little_nemo_king_morpheus_and_flip

Mamat belum makan, siang itu.

disudut kios tambal ban.

Matanya tak lepas dari Tv

lagi seorang calon raja berjanji membawa perubahan

seolah memiliki tangan Tuhan, untuk perbaiki bangsa ini.

mamat tertawa…

mamat terbahak…hingga air matanya menetes.

menatap kaus partai usang disudut jemuran.

satu janji yang tak pernah mereka tepati.

ketika semua ingin jadi Raja

ratusan juta rupiah menjadi atribut kampanye

lebih berharga dari pada ribuan piring kosong

tebar pesona pada perut perut yang lapar

seolah menjadi sosok yang paling bersih

mamat belum makan siang itu.

disudut kios tambal ban

menatap TV dan menanti.

seorang calon Raja yang berjanji….

Akan lebih banyak ban ban kempes di depan kiosnya.

*) foto :http://en.wikipedia.org/wiki/King_Morpheus

That’s life

Posted in Uncategorized on May 16, 2008 by narcistastrajingga

Thats life, thats what people say.
Youre riding high in april,Shot down in may.
But I know Im gonna change that tune,
When Im back on top in june.

Thats life, funny as it seems.
Some people get their kicks,Steppin on dreams;
But I dont let it get me down,cause this ol word keeps getting around.

Ive been a puppet, a pauper, a pirate,A poet, a pawn and a king.
Ive been up and down and over and out

And I know one thing:
Each time I find myself flat on my face,
I Kick myself up and get back in the race.

Thats life, I cant deny it,
I thought of quitting,But my heart just wont buy it.
If I didnt think it was worth a try,
Id roll myself up in a big ball and ……………die